Beberapa tempo lalu, masih kita ingat tentunya beberapa stasiun TV tengah menyiarkan perhelatan Olahraga se-Asia Tenggara, prestasi-prestasi yang diraih oleh atlet Indonesia di beberapa cabang olahraga sungguh membanggakan. Kedisiplinan dari latihan-latihan sebelumnya, strategi yang disusun, semua itu dalam rangka membela nama besar Bangsa Indonesia.
Sama halnya, apa yang kita perjuangkan beberapa minggu yang lalu. Yah, masih terasa sekali di benak kita. sedikit cerita perjalanan Pleton yang saat ini dipimpin oleh Galih Sungging. Pada awalnya, para pelatih kesulitan untuk membentuk pleton ini,tetapi lambat laun para pelatih dengan sabar "nlateni" agar kelak pleton yang ada dapat memberikan lagi cetakan Prestasi untuk SMP Negeri 9 Yogyakarta. Pengorbanan, kita mengacu pada sebuah kalimat bahwa " Bermimpilah, bercita-citalah, namun bersiaplah untuk berkorban ".
Dari hal yang paling menyebalkan, lucu, sedih, marah, tertawa, apapun itu pernah ada bersama kami, namun kami sadar hal-hal itulah yang membuat kita lebih dekat, saling menyayangi. sebuah cerita tentang Rosyid (salah satu anggota pleton sungging).Black : " Sid, Kamu denger gak sih dikasih tau? dong nggak kamu ", Rosyid : (angguk-angguk dan kemudian memalingkan pandangan, mungkin karena takut) Black : kamu donk, kok kamu ulangi lagi salah kamu !,
Rosyid memang Jalannya ga "standar" dengan yang lain, namun dari hal itu kami tahu bahwa memang harus bersabar dan ulet. inilah seni melatih dan dilatih, kita diajarkan untuk bersabar, kita diajarkan untuk lebih kreatif dan inovatif.
Satu lagi cerita yang lucu, Namanya Indra biasa sama teman-temannya dipanggil dengan sebutal "Tile" entah itu karna sama dengan Mbah tile ataukah ada maksud yang lain. Pada suatu sore di tahun 2010, yang saat itu sedang ada kegiatan latihan untuk persiapan Lomba Baris-berbaris PPI Propinsi, kebetulan hari sedang hujan jadi terpaksa sekali kami harus latihan di Tempat Parkir. Pasukan dibawah pelatih diperintahkan untuk melaksanakan Push-up untuk membentuk badan, namun pada separuh Push-up tiba-tiba "Tile" terduduk loyo sambil merintih kesakitan.Pelatih : " Koe alesan wae le, ayo gek ndang push-up meneh !"
Tile : Ra kuat mas, ki lengenku kecetit (terkilir).
serentak kita semua menahan tawa, karena pada saat itu memang situasinya baru serius. inilah yang tidak ditemukan dimanapun, kita terus bersyukur Kepada Tuhan atas pengalaman yang Indah ini. Teruslah berprestasi!Tulisan-tulisan diatas sedikit cerita tentang Perjalanan Pleton inti Nawa wijaya SMP Negeri 9 Yogyakarta beberapa Tahun terakhir, dituliskan untuk memunculkan semangat kembali dan lebih mempererat persaudaraan kita. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. The eagles do not get tired fighting, We Stand a Long Together. Loving you all as always. (blc)

